From
Subject
Time (UTC)
notification+kjdmj7w-iu7i@facebookmail.com
[BUTON TENGAH (GULAMASTA)] Medsos sbgai bagian dari Demokrasi...
2016-09-25 09:58:34
To: BUTON TENGAH (GULAMASTA)
From: notification+kjdmj7w-iu7i@facebookmail.com (sender info)
Subject:

[BUTON TENGAH (GULAMASTA)] Medsos sbgai bagian dari Demokrasi...


Received: 2016-09-25 09:58:34
  Bobby Rahmat Al Butuuni , Deni Anggoleta , dan 10 lainnya mengirimkan sesuatu di BUTON TENGAH (GULAMASTA) .       Bobby Rahmat Al Butuuni 25 September pukul 16:58   Medsos sbgai bagian dari Demokrasi... Media sosia atau Medsos tak bisa dipungkiri sdh menjadi bagian dari Demokrasi, melalu medsos orang lbh mudah, bebas, menyampaikan perasaan,pendapat dan Aspirasinya, dlm konteks medsos pula dialog dan dialektika terbangun...katanya Namun miris, ditangan oknum dan kelompok2 tertentu medsos ternyata bisa berubah fungsi, ia menjadi medium bagi oknum dan kelompok yg antipati kpd lawan atau pesaing figurnya dlm ranah kompetisi demokrasi, sebut sj para tim sukses, relawan medsos kerap menjadi wadah dlm menghujat dan menghina satu sama lain... Dan fenemona itulah yg kini gencar dilakukan oleh tim sukses amal saleh, beberapa akun palsu yg coba di tampilkan dlm grup ini gencar menjatuhkan dan menghina Pasangan SamaTau... Berbagai macam hinaan dan hujatan di alamatkan kpd SamaTau yg sy liat digrup ini gencar dilakukan oleh tim2 amal saleh, mulai dari Gelar SE, si bodoh vs Si Pintar dll,, grup ini menjadi ajang profokasi dari oknum tertentu untk menjatuhkan Amal Saleh... Lantaran kebencian mereka kpd SamaTau sehingga mereka senang berbuat Zalim, sampai2 mereka lupa akan esensi demokrasi,, bukankah panggung demokrasi sebgai panggung pertarungan Gagasan dan ide sbgai calon pemimpin,, kini ia lenyap ditangan para pembenci... Nah, apa yg harus dilakukan oleh Tim SamaTau, saran sy, walaupun sy bukan bagian tim dari samaTau sy hanya simpati kpdnya krn ia kerap menjadi wadah bagi para tim seblah,, saran sy tdk usah ditanggapi apa yg telah dilakukan oleh mereka, jangan menari diatas gendang yg di pukul oleh lawan, dan jangan asyik mengikuti irama mereka atau jangan mengikuti pola main mereka,,krn kebencian jgnlah dibalas dgn kebencian,.. Krn dlm buku ESQ karya Ary Ginanjar dijelaskan bhw energi negatif akan dikalahkan oleh energi negatif, semakin orng dihujat semakin membka ruang untuk bersimpati bagi yg dihujat...selalu yg buruk bals dgn yg baik, tak perlu ditanggapi postingan2 yg kerap mendiskreditkan SamaTau, sehingga mereka akan jenuh dlm kesendirian.. "Balaslah dgn sebuah bunga walaupun mereka hendak melempar dgn duri"... Terimakash biarlah secangkir kopi menjadi penghangat situasi di soreh menjelang magrib... Bobi Ertalaga_   Suka Komentari Bagikan    
   
 
   Facebook
 
   
   
 
Bobby Rahmat Al Butuuni, Deni Anggoleta, dan 10 lainnya mengirimkan sesuatu di BUTON TENGAH (GULAMASTA).
 
   
Bobby Rahmat Al Butuuni
25 September pukul 16:58
 
Medsos sbgai bagian dari Demokrasi...

Media sosia atau Medsos tak bisa dipungkiri sdh menjadi bagian dari Demokrasi, melalu medsos orang lbh mudah, bebas, menyampaikan perasaan,pendapat dan Aspirasinya, dlm konteks medsos pula dialog dan dialektika terbangun...katanya

Namun miris, ditangan oknum dan kelompok2 tertentu medsos ternyata bisa berubah fungsi, ia menjadi medium bagi oknum dan kelompok yg antipati kpd lawan atau pesaing figurnya dlm ranah kompetisi demokrasi, sebut sj para tim sukses, relawan medsos kerap menjadi wadah dlm menghujat dan menghina satu sama lain...

Dan fenemona itulah yg kini gencar dilakukan oleh tim sukses amal saleh, beberapa akun palsu yg coba di tampilkan dlm grup ini gencar menjatuhkan dan menghina Pasangan SamaTau...

Berbagai macam hinaan dan hujatan di alamatkan kpd SamaTau yg sy liat digrup ini gencar dilakukan oleh tim2 amal saleh, mulai dari Gelar SE, si bodoh vs Si Pintar dll,, grup ini menjadi ajang profokasi dari oknum tertentu untk menjatuhkan Amal Saleh...
Lantaran kebencian mereka kpd SamaTau sehingga mereka senang berbuat Zalim, sampai2 mereka lupa akan esensi demokrasi,, bukankah panggung demokrasi sebgai panggung pertarungan Gagasan dan ide sbgai calon pemimpin,, kini ia lenyap ditangan para pembenci...

Nah, apa yg harus dilakukan oleh Tim SamaTau, saran sy, walaupun sy bukan bagian tim dari samaTau sy hanya simpati kpdnya krn ia kerap menjadi wadah bagi para tim seblah,, saran sy tdk usah ditanggapi apa yg telah dilakukan oleh mereka, jangan menari diatas gendang yg di pukul oleh lawan, dan jangan asyik mengikuti irama mereka atau jangan mengikuti pola main mereka,,krn kebencian jgnlah dibalas dgn kebencian,..

Krn dlm buku ESQ karya Ary Ginanjar dijelaskan bhw energi negatif akan dikalahkan oleh energi negatif, semakin orng dihujat semakin membka ruang untuk bersimpati bagi yg dihujat...selalu yg buruk bals dgn yg baik, tak perlu ditanggapi postingan2 yg kerap mendiskreditkan SamaTau, sehingga mereka akan jenuh dlm kesendirian..

"Balaslah dgn sebuah bunga walaupun mereka hendak melempar dgn duri"...

Terimakash biarlah secangkir kopi menjadi penghangat situasi di soreh menjelang magrib...

Bobi Ertalaga_
 
Suka
Komentari
Bagikan
 
 
   
   
 
Lihat di Facebook
   
Sunting Pengaturan Email
 
   
   
Balas email ini untuk mengomentari kiriman ini.
 
   
   
 
Pesan ini dikirim ke deleted@email-fake.pp.ua. Jika Anda tidak ingin menerima email ini lagi dari Facebook, berhenti berlangganan.
Facebook, Inc., Attention: Community Support, Menlo Park, CA 94025