From
Subject
Time (UTC)
notification+kjdmj7w-iu7i@facebookmail.com
[BUTON TENGAH (GULAMASTA)] MENJADI MANUSIA POLITIK
2016-09-27 05:52:56
To: BUTON TENGAH (GULAMASTA)
From: notification+kjdmj7w-iu7i@facebookmail.com (sender info)
Subject:

[BUTON TENGAH (GULAMASTA)] MENJADI MANUSIA POLITIK


Received: 2016-09-27 05:52:56
  Arie Harjono , Butloveman , dan 15 lainnya mengirimkan sesuatu di BUTON TENGAH (GULAMASTA) .       Arie Harjono 27 September pukul 12:52   MENJADI MANUSIA POLITIK Selama ini, politik mendapat konotasi yang buruk. Politikus dipelesetkan jadi poli-tikus. Sedangkan politik selalu dimaknai dengan praktik mencari kekuasaan dengan cara kotor. Secara faktual, memang praktik berpolitik hari ini tidak jauh dari konotasi negatif diatas. Mulai dari korupsi, penyalahgunaan mandat kekuasaan, penghianatan janji kampanye, elitisme, dan lain-lain. Ditambah lagi, partai politik gagal mengartikulasikan kehendak rakyat. Apa itu politik? Jika disederhanakan, politik adalah seni menggunakan kekuasaan untuk kebaikan bersama atau kepentingan umum. Politik hadir untuk mengorganisasikan kehidupan rakyat agar mencapai kebaikan bersama. Oleh karena itu, politik selalu bicara tentang kepentingan rakyat. Jadi, apa yang kita saksikan akhir-akhir ini, seperti korupsi dan berbagai kejahatan politik lainnya, adalah penyimpangan dari politik. Orang yang mencari keuntungan pribadi, berupa kekayaan, status sosial, melancarkan proyek bisnis dan sejenisnya, Adalah pengingkaran terhadap nilai-nilai kebajikan politik. Syarat-syarat manusia politik Karena tujuan dari politik adalah kebaikan umum, maka orang yang terjun dalam arena politik, atau sering disebut manusia politik (saya lebih suka istilah manusia politik ketimbang politisi), adalah mereka yang siap mengabdi pada kebaikan atau kepentingan umum. Menjadi manusia politik punya beberapa kriteria: 1. Punya gagasan dan cita-cita politik. Setiap manusia politik harus punya gagasan dan cita-cita politik. Ini menyangkut pandangan ideal si manusia politik tentang bagaimana mengatur cara hidup bersama yang mendatangkan kebaikan bersama. 2. Punya empati atau keberpihakan pada kepentingan umum. Seorang manusia politik harus punya sikap, empati dan keberpihakan kepada kepentingan publik/umum. Manusia politik harus bisa mengatasi kepentingan pribadinya dan siap bekerja untuk kepentingan publik. 3. Punya alat/organisasi politik. Untuk memperjuangkan gagasan dan cita-cita politik, seorang manusia politik harus berkecimpung dalam organisasi politik atau partai politik. 4. Punya hasrat berkuasa/kekuasaan. Kekuasaan, dalam hal ini jabatan politik, merupakan otoritas yang diberikan oleh rakyat untuk mengatur kehidupan bersama. Di sini, si pemegang mandat (pejabat politik) tidak lebih berkuasa dari si pemberi mandat (rakyat). Tanpa kekuasaan di tangannya, manusia politik tidak akan punya jalan untuk mewujudkan gagasan atau cita-cita politiknya. Kekuasaan politik merupakan jalan bagi manusia politik mewujudkan bangunan kehidupan bersama yang adil, makmur dan demokratis. 5. Punya kecakapan politik, seperti kemampuan bergaul/bersoalisasi, kepemimpinan, retorika, pengetahuan yang luas, dan lain-lain. Kecakapan ini merupakan faktor penunjang untuk memudahkan si manusia politik menyebarluaskan gagasan-gagasan politiknya.   Suka Komentari Bagikan    
   
 
   Facebook
 
   
   
 
Arie Harjono, Butloveman, dan 15 lainnya mengirimkan sesuatu di BUTON TENGAH (GULAMASTA).
 
   
Arie Harjono
27 September pukul 12:52
 
MENJADI MANUSIA POLITIK

Selama ini, politik mendapat konotasi yang buruk. Politikus dipelesetkan jadi poli-tikus. Sedangkan politik selalu dimaknai dengan praktik mencari kekuasaan dengan cara kotor.

Secara faktual, memang praktik berpolitik hari ini tidak jauh dari konotasi negatif diatas. Mulai dari korupsi, penyalahgunaan mandat kekuasaan, penghianatan janji kampanye, elitisme, dan lain-lain. Ditambah lagi, partai politik gagal mengartikulasikan kehendak rakyat.

Apa itu politik?

Jika disederhanakan, politik adalah seni menggunakan kekuasaan untuk kebaikan bersama atau kepentingan umum.
Politik hadir untuk mengorganisasikan kehidupan rakyat agar mencapai kebaikan bersama. Oleh karena itu, politik selalu bicara tentang kepentingan rakyat.

Jadi, apa yang kita saksikan akhir-akhir ini, seperti korupsi dan berbagai kejahatan politik lainnya, adalah penyimpangan dari politik. Orang yang mencari keuntungan pribadi, berupa kekayaan, status sosial, melancarkan proyek bisnis dan sejenisnya, Adalah pengingkaran terhadap nilai-nilai kebajikan politik.

Syarat-syarat manusia politik

Karena tujuan dari politik adalah kebaikan umum, maka orang yang terjun dalam arena politik, atau sering disebut manusia politik (saya lebih suka istilah manusia politik ketimbang politisi), adalah mereka yang siap mengabdi pada kebaikan atau kepentingan umum.

Menjadi manusia politik punya beberapa kriteria:

1. Punya gagasan dan cita-cita politik.

Setiap manusia politik harus punya gagasan dan cita-cita politik. Ini menyangkut pandangan ideal si manusia politik tentang bagaimana mengatur cara hidup bersama yang mendatangkan kebaikan bersama.

2. Punya empati atau keberpihakan pada kepentingan umum.

Seorang manusia politik harus punya sikap, empati dan keberpihakan kepada kepentingan publik/umum. Manusia politik harus bisa mengatasi kepentingan pribadinya dan siap bekerja untuk kepentingan publik.

3. Punya alat/organisasi politik.

Untuk memperjuangkan gagasan dan cita-cita politik, seorang manusia politik harus berkecimpung dalam organisasi politik atau partai politik.

4. Punya hasrat berkuasa/kekuasaan.

Kekuasaan, dalam hal ini jabatan politik, merupakan otoritas yang diberikan oleh rakyat untuk mengatur kehidupan bersama. Di sini, si pemegang mandat (pejabat politik) tidak lebih berkuasa dari si pemberi mandat (rakyat).

Tanpa kekuasaan di tangannya, manusia politik tidak akan punya jalan untuk mewujudkan gagasan atau cita-cita politiknya. Kekuasaan politik merupakan jalan bagi manusia politik mewujudkan bangunan kehidupan bersama yang adil, makmur dan demokratis.

5. Punya kecakapan politik, seperti kemampuan bergaul/bersoalisasi, kepemimpinan, retorika, pengetahuan yang luas, dan lain-lain.

Kecakapan ini merupakan faktor penunjang untuk memudahkan si manusia politik menyebarluaskan gagasan-gagasan politiknya.
 
Suka
Komentari
Bagikan
 
 
   
   
 
Lihat di Facebook
   
Sunting Pengaturan Email
 
   
   
Balas email ini untuk mengomentari kiriman ini.
 
   
   
 
Pesan ini dikirim ke deleted@email-fake.pp.ua. Jika Anda tidak ingin menerima email ini lagi dari Facebook, berhenti berlangganan.
Facebook, Inc., Attention: Community Support, Menlo Park, CA 94025