From
Subject
Time (UTC)
notification+kjdmj7w-iu7i@facebookmail.com
[BUTON TENGAH (GULAMASTA)] Sy beberapa kali bertemu dgn para kandidat...
2016-09-14 13:10:12
To: BUTON TENGAH (GULAMASTA)
From: notification+kjdmj7w-iu7i@facebookmail.com (sender info)
Subject:

[BUTON TENGAH (GULAMASTA)] Sy beberapa kali bertemu dgn para kandidat...


Received: 2016-09-14 13:10:12
  Abiet , Muhamad Alwi Miyla , dan 11 lainnya mengirimkan sesuatu di BUTON TENGAH (GULAMASTA) .       Abiet 14 September pukul 20:10   Sy beberapa kali bertemu dgn para kandidat Bupati. Sembari diaolog dan bertukar gagasan mengenai masa depan BUTENG namun sejauh apa yang saya simak tak pernah terlintas rancangan konstruksi ekonomi BUTENG dimasa yang akan datang, seperti apa dan bagaimana. Hanya yang ada persoalan pembangunan infrastruktur menjadi rekomendasi namun ketika gagasan itu dikorelasikan dgn proyeksi pertumbuhan ekonomi BUTENG bahkan TDK data yg mendukung. Jadi, sepertinya pembangunan infrastruktur hy menjadi ladang perburuan rente semata bagi elit. Yah, sebnrnya setiap kandidat punya perencanaan ekonomi yang matang dan terstruktur. Saat ini kita mengharuskan memiliki pemimpin yg komprehensif mengerti karakteristik BUTENG sehingga pembangunan tidak mandek. Seperti apa yg slm ini dirasakan setlh dibangun menjadi lumut dan tidak berdampak positif terhadap cash flow daerah. Ingat pembangunan infrastruktur bukan ladang untuk meraih subsidi ekonomi seseorang atas dalih kesejahteraaan rakyat. Namun, rakyat perlu mengetahui secara detail dan spesifik apa tujuan dari pembangunan tersebut hal ini perlu disampaikan secara terbuka dgn data ilmiah. Tugas berat Pemda ialah bagaimana menjaga stabilitas harga rumput laut sebagai komoditi utama rakyat BUTENG dan ini menjadi monopoli market oleh segelintir pengusaha sehingga seenaknya memainkan harga. Dan pernyataan ini sudah sy sampaikan pada Bapak Bupati ketika dialog di Makassar.   Suka Komentari Bagikan    
   
 
   Facebook
 
   
   
 
Abiet, Muhamad Alwi Miyla, dan 11 lainnya mengirimkan sesuatu di BUTON TENGAH (GULAMASTA).
 
   
Abiet
14 September pukul 20:10
 
Sy beberapa kali bertemu dgn para kandidat Bupati. Sembari diaolog dan bertukar gagasan mengenai masa depan BUTENG namun sejauh apa yang saya simak tak pernah terlintas rancangan konstruksi ekonomi BUTENG dimasa yang akan datang, seperti apa dan bagaimana. Hanya yang ada persoalan pembangunan infrastruktur menjadi rekomendasi namun ketika gagasan itu dikorelasikan dgn proyeksi pertumbuhan ekonomi BUTENG bahkan TDK data yg mendukung. Jadi, sepertinya pembangunan infrastruktur hy menjadi ladang perburuan rente semata bagi elit. Yah, sebnrnya setiap kandidat punya perencanaan ekonomi yang matang dan terstruktur. Saat ini kita mengharuskan memiliki pemimpin yg komprehensif mengerti karakteristik BUTENG sehingga pembangunan tidak mandek. Seperti apa yg slm ini dirasakan setlh dibangun menjadi lumut dan tidak berdampak positif terhadap cash flow daerah. Ingat pembangunan infrastruktur bukan ladang untuk meraih subsidi ekonomi seseorang atas dalih kesejahteraaan rakyat. Namun, rakyat perlu mengetahui secara detail dan spesifik apa tujuan dari pembangunan tersebut hal ini perlu disampaikan secara terbuka dgn data ilmiah. Tugas berat Pemda ialah bagaimana menjaga stabilitas harga rumput laut sebagai komoditi utama rakyat BUTENG dan ini menjadi monopoli market oleh segelintir pengusaha sehingga seenaknya memainkan harga. Dan pernyataan ini sudah sy sampaikan pada Bapak Bupati ketika dialog di Makassar.
 
Suka
Komentari
Bagikan
 
 
   
   
 
Lihat di Facebook
   
Sunting Pengaturan Email
 
   
   
Balas email ini untuk mengomentari kiriman ini.
 
   
   
 
Pesan ini dikirim ke deleted@email-fake.pp.ua. Jika Anda tidak ingin menerima email ini lagi dari Facebook, berhenti berlangganan.
Facebook, Inc., Attention: Community Support, Menlo Park, CA 94025