From
Subject
Time (UTC)
notification+kjdmj7w-iu7i@facebookmail.com
[BUTON TENGAH (GULAMASTA)] Saudaraku sesama rakyat Buteng. Seringkali ini...
2016-09-03 08:16:25
To: BUTON TENGAH (GULAMASTA)
From: notification+kjdmj7w-iu7i@facebookmail.com (sender info)
Subject:

[BUTON TENGAH (GULAMASTA)] Saudaraku sesama rakyat Buteng. Seringkali ini...


Received: 2016-09-03 08:16:25
  Jhen Pasific , Trafalgar Vladen , dan 8 lainnya mengirimkan sesuatu di BUTON TENGAH (GULAMASTA) .       Jhen Pasific 3 September pukul 15:15   Saudaraku sesama rakyat Buteng. Seringkali ini kita terjebak dalam horse-race-discourse (istilah komunikasi politik yang kira-kira bermakna “wacana-pacuan-kuda”), yaitu ketika kita hanya bicara siapa kuat siapa lemah, hanya peduli siapa kalah siapa menang, dan hanya berputar-putar pada saling klaim; “Saya yang paling jago” atau “Kami yang pasti menang”, “Koalisi raksasa”, dll. Perbincangan kita di warung-warung juga masih condong pada “siapa elit yang akan jadi bupati/wabup, dll”. Masih jarang yang mengemukakan pertanyaan penting seperti, “Kalau Beramal saleh atau Samatau, rakyat lalu jadi apa?”. Atau “Kalau keadaan sekarang dilanjutkan, lalu rakyat jadi bagaimana kelak?”. Atau “Bagaimana dengan nasib PNS, guru, aparat desa, serta nasib kita beserta masa depan segenap keturunan kita jikalau Mansur Amila, Saleh Ganiru, Samahudin, Lantau atau mungkin juga Anda menjadi pemimpin?”. Atau “Untuk kepentingan pembangunan peradaban rakyat, siapa yang lebih cerdas dan lebih berakhlak baik untuk memimpin kita semua?”.   Suka Komentari Bagikan    
   
 
   Facebook
 
   
   
 
Jhen Pasific, Trafalgar Vladen, dan 8 lainnya mengirimkan sesuatu di BUTON TENGAH (GULAMASTA).
 
   
Jhen Pasific
3 September pukul 15:15
 
Saudaraku sesama rakyat Buteng. Seringkali ini kita terjebak dalam horse-race-discourse (istilah komunikasi politik yang kira-kira bermakna “wacana-pacuan-kuda”), yaitu ketika kita hanya bicara siapa kuat siapa lemah, hanya peduli siapa kalah siapa menang, dan hanya berputar-putar pada saling klaim; “Saya yang paling jago” atau “Kami yang pasti menang”, “Koalisi raksasa”, dll. Perbincangan kita di warung-warung juga masih condong pada “siapa elit yang akan jadi bupati/wabup, dll”.

Masih jarang yang mengemukakan pertanyaan penting seperti, “Kalau Beramal saleh atau Samatau, rakyat lalu jadi apa?”. Atau “Kalau keadaan sekarang dilanjutkan, lalu rakyat jadi bagaimana kelak?”. Atau “Bagaimana dengan nasib PNS, guru, aparat desa, serta nasib kita beserta masa depan segenap keturunan kita jikalau Mansur Amila, Saleh Ganiru, Samahudin, Lantau atau mungkin juga Anda menjadi pemimpin?”. Atau “Untuk kepentingan pembangunan peradaban rakyat, siapa yang lebih cerdas dan lebih berakhlak baik untuk memimpin kita semua?”.
 
Suka
Komentari
Bagikan
 
 
   
   
 
Lihat di Facebook
   
Sunting Pengaturan Email
 
   
   
Balas email ini untuk mengomentari kiriman ini.
 
   
   
 
Pesan ini dikirim ke deleted@email-fake.pp.ua. Jika Anda tidak ingin menerima email ini lagi dari Facebook, berhenti berlangganan.
Facebook, Inc., Attention: Community Support, Menlo Park, CA 94025