From
Subject
Time (UTC)
notification+kjdmkv_u_wv_@facebookmail.com
[BURSA JUAL BELI PROPERTY] Untuk Para Pencari Nafkah Keluarga :
2016-09-15 09:11:15
To: BURSA JUAL BELI PROPERTY
From: notification+kjdmkv_u_wv_@facebookmail.com (sender info)
Subject:

[BURSA JUAL BELI PROPERTY] Untuk Para Pencari Nafkah Keluarga :


Received: 2016-09-15 09:11:15
  Moh Abdul Jalal mengirim sesuatu di BURSA JUAL BELI PROPERTY .       Moh Abdul Jalal 15 September pukul 17:10   Untuk Para Pencari Nafkah Keluarga : Jangan patah semangat, jangan putus asa dari rahmat Allah, Mungkin kamu tidak tahu dimana letak rezekimu. Tapi rezekimu tahu dimana kamu berada. Dari langit, laut, gunung, dan dari lembah-lembah, Allah akan memerintahkannya menujumu. Allah berjanji menjamin rezekimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda. Sesungguhnya setiap makhluk tidak akan wafat sebelum Allah lengkap dan sempurnakan rezekinya sesuai catatan di Lauhil Mahfudz. Ketahuilah sebelum peniupan ruh, Setiap hamba dituliskan untuknya tentang rezekinya, ajalnya,amalnya, apakah dia orang yang celaka atau berbahagia. Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu. Apabila datangnya rezeki itu terlambat janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya. Tugas kita bukan mengkhawatirkan rezeki atau berburu untuk memiliki melainkan menyiapkan jawaban "Dari Mana" & "Untuk Apa" atas tiap karuniaNya. Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia; dia alpa bahwa hakikat rezeki bukanlah yang tertulis dalam angka tapi apa yang dinikmatinya. Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya, demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya (mati). Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat dan berbagi manfaat. Tapi rezeki tak selalu terletak di pekerjaan kita, karena Allah letakkan dan berikan sekehendakNya. Bukankah Siti Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa, tapi air Zam-zam justru terbit di kaki Ismail, bayinya! Sekali lagi.. yang terpenting di tiap kali kita meminta dan Allah memberi karunia, jaga sikap saat menjemputnya dan menjawab soalanNya, "Buat apa?" Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia, ia lupa bahwa semua hanya "hak pakai" yang halalnya akan dihisab dan haramnya akan di'adzab. Oleh sebab itu, Jangan pernah patah semangat dan berputus asa, Yakinlah atas kekuatan dan ke Maha Kayaan-Nya, Sungguh setiap keringat yang kamu cucurkan untuk nafkah halal tidak akan disia-siakan-Nya. Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal. (HR. Ad-Dailami).   Suka Komentari Bagikan    
   
 
   Facebook
 
   
   
 
Moh Abdul Jalal mengirim sesuatu di BURSA JUAL BELI PROPERTY.
 
   
Moh Abdul Jalal
15 September pukul 17:10
 
Untuk Para Pencari Nafkah Keluarga :

Jangan patah semangat, jangan putus asa dari rahmat Allah,

Mungkin kamu tidak tahu dimana letak rezekimu. Tapi rezekimu tahu dimana kamu berada. Dari langit, laut, gunung, dan dari lembah-lembah, Allah akan memerintahkannya menujumu.

Allah berjanji menjamin rezekimu. Maka melalaikan ketaatan padaNya demi mengkhawatirkan apa yang sudah dijaminNya adalah kekeliruan berganda.

Sesungguhnya setiap makhluk tidak akan wafat sebelum Allah lengkap dan sempurnakan rezekinya sesuai catatan di Lauhil Mahfudz.

Ketahuilah sebelum peniupan ruh, Setiap hamba dituliskan untuknya tentang rezekinya, ajalnya,amalnya, apakah dia orang yang celaka atau berbahagia.

Karena itu hendaklah kamu bertakwa kepada Allah dan memperbaiki mata pencaharianmu.

Apabila datangnya rezeki itu terlambat janganlah kamu memburunya dengan jalan bermaksiat kepada Allah karena apa yang ada di sisi Allah hanya bisa diraih dengan ketaatan kepada-Nya.

Tugas kita bukan mengkhawatirkan rezeki atau berburu untuk memiliki melainkan menyiapkan jawaban "Dari Mana" & "Untuk Apa" atas tiap karuniaNya.

Betapa banyak orang bercita menggenggam dunia; dia alpa bahwa hakikat rezeki bukanlah yang tertulis dalam angka tapi apa yang dinikmatinya.

Betapa banyak orang bekerja membanting tulangnya, memeras keringatnya, demi angka simpanan gaji yang mungkin esok pagi ditinggalkannya (mati).

Kita bekerja untuk bersyukur, menegakkan taat dan berbagi manfaat. Tapi rezeki tak selalu terletak di pekerjaan kita, karena Allah letakkan dan berikan sekehendakNya.

Bukankah Siti Hajar berlari 7x bolak-balik dari Shafa ke Marwa, tapi air Zam-zam justru terbit di kaki Ismail, bayinya!

Sekali lagi.. yang terpenting di tiap kali kita meminta dan Allah memberi karunia, jaga sikap saat menjemputnya dan menjawab soalanNya, "Buat apa?"

Betapa banyak yang merasa memiliki manisnya dunia, ia lupa bahwa semua hanya "hak pakai" yang halalnya akan dihisab dan haramnya akan di'adzab.

Oleh sebab itu, Jangan pernah patah semangat dan berputus asa, Yakinlah atas kekuatan dan ke Maha Kayaan-Nya, Sungguh setiap keringat yang kamu cucurkan untuk nafkah halal tidak akan disia-siakan-Nya.

Sesungguhnya Allah Ta’ala senang melihat hambaNya bersusah payah (lelah) dalam mencari rezeki yang halal. (HR. Ad-Dailami).
 
Suka
Komentari
Bagikan
 
 
   
   
 
Lihat di Facebook
   
Sunting Pengaturan Email
 
   
   
Balas email ini untuk mengomentari kiriman ini.
 
   
   
 
Pesan ini dikirim ke deleted@email-fake.pp.ua. Jika Anda tidak ingin menerima email ini lagi dari Facebook, berhenti berlangganan.
Facebook, Inc., Attention: Community Support, Menlo Park, CA 94025